Sabtu, 17 Juli 2010

TEKNIK PEMAHAMAN ANAK LUAR BIASA SEBAGAI INDIVIDU

Oleh : Dra. Permanarian Somad, M.Pd.

Pengantar :
- Sudah memahami permasalahan-permasalahan alb: pribadi, sosial, karir,belajar, dsb.
- Sifanya beragam, kasuistik, dan perlu intervensi dari guru / konselor.
- Persoalannya, bagaimana caranya agar diperoleh pemahaman tersebut.

Asumsi:
1. Layanan BP dapat mencapai sasaran yang diharapkan, apabila didahului dengan pemahaman yang tepat, akurat, dan komprehensif terhadap klien.
Tepat dan akurat : sesuai dengan kondisi obyektif anak
Komprehensif : lengkap, menyeluruh, mencakup semua aspek secara
terinci, detail.
2. Untuk itu diperlukan data yang obyektif, akurat, dan komprehensif.
Obyektif : Menggambarkan keadaan yang sebenarnya
Akurat : tepat, RELEVAN sesuai yang dibutuhkan.
Komprehensif : Menyeluruh, mencakup data tentang diri klien dan lingkungannya. Utamanya mencakup karakteristik, permasalahan, dan kebutuhannya.
3. Untuk memperoleh data yang obyektif, akurat, dan komprehensif dapat dilakukan melalui berbagai cara/teknik.
4. Guru/konselor harus mampu memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang:
a. Jenis data (yang diperlukan dalam bimbingan)
b. Sumber data (dimana data tersebut dapat diperoleh)
c. Alat pengumpul data (dengan apa data dapat diperoleh)


1. become aware of the need for appraisal
2. identify the decisions and judgments that have to
be made
3. Spesify decisions
4. Spesify judgments
5. collect information
6. analyze and interpret the information
7. communicate the appraisal result
8. evaluate and provide feedback

8 tahap pemahaman individu
(Pietrofesa, 1980) 1. Menyadari kebutuhan akan penilaian
2. Mengidentifikasi pertimbangan dan
keputusan yang harus dibuat
3. Spesifikasi Keputusan
4. Spesifikasi Pertimbangan
5. Mengumpulkan informasi
6. meneliti dan menginterpretasikan informasi [
7. Mengkomunikasikan hasil penilaian
8. mengevaluasi dan menyediakan umpan balik




JENIS DATA
1. Data Pribadi
a. Data diri anak (Identitas anak): nama, dsb. Termasuk nama ot, alamat, dsb.
b. Data latar belakang keluarga dan lingkungan sosial (Identitas ot, keluarga, sosial ekonomi, sikap dan penerimaan orang tua, dan keadaan lingkungan sekitar)
c. Data kesehatan dan perkembangan: keadaan panca indera, kondisi fisik, riwayat kelahiran, penyakit yang pernah diderita, riwayat keluarbiasaan.
d. Data kemampuan dasar : kemampuan intelektual/kecerdasasan, sosial,
e. Data kemampuan khusus: kecakapan/keterapilan tertentu yang dimiliki anak: bakat khusus, kemampuan motorik, persepsi, konsentrasi, ADL.
f. Riwayat pendidikan dan prestasi belajar
g. Data kepribadian : penyesuaian diri, sikap, minat, kebiasaan, kematangan emosi, sosial.
h. Data kegiatan di luar sekolah
i. Hal-hal khusus : yang menonjol, (kekurangan dan kelebihan)
j. Permasalahan yang dihadapi anak
k. Kebutuhan khusus anak
2. Data lingkungan
Data tentang lingkungan anak: orang tua, keluarga, teman-teman, masyarakatnya, serta kemungkinan/peluang-peluang di lingkungan yang mungkin dapat dimanfaatkan untuk pengembangan anak.

Ada juga yang membagi tentang data primer (utama/pokok, harus ada) dan sekunder (tambahan).

SUMBER DATA
Hakekatnya yang paling tahu tentang dirinya adalah individu itu sendiri, namun karena keterbatasan usia, pemahaman, kesadaran, dsb. Pihak lain dapat dijadikan sumber data atau sumber informasi.

Jenis-jenis sumber data:
1, Primer : individu itu sendiri
2. Sekunder : orang yang dekat dengan klien/ siswa dan bertanggung jawab langsung terhadap perkembangan klien. (orang tua, guru, wali kelas, kepsek)
3. Tersier : Orang yang dekat dengan klien tetapi tidak bertanggung jawab langsung
(anggota keluarga, teman sepermainan, saudara dekat)
4. Kuarter : orang yang agak jauh dengan siswa/klien tetapi memiliki informasi tentang klien (tetangga, TU, kepolisian, organisasi, dokter, perawat, dsb).


ALAT PENGUMPUL DATA:

1. TES
Tes adalah serangkaian pertanyaan atau tugas yang harus dijawab atas dasar pengetahuan, kemampuan, sikap atau keterampilan sehingga kualifikasi seseorang dapat ditentukan.

Sayarat tes yang baik: - valid (ketepatan), reliable (ketetapan), terstandardisasikan, obyektif, diskriminatif, komprehensif, mudah digunakan.

Biasa digunakan untuk seleksi, klasifikasi, dan promosi.

Penggolongan tes:
a. banyaknya testee: tes individual & kelompok
b. cara menyelesaikan: verbal & non verbal
c. cara menilai : alternative & gradual
d. Fungsi psikis yang dijadikan sasaran: perhatian, fantasi, ingatan, kemauan, inteligensi, bakat, minat, dsb.
e. Tipe tes yang erhubungan dengan isi dan waktu yang disediakan: speed tes dan power tes
f. Mutasi tes berhubungan dengan teorinya: proyektif & non proyektif
g. Bentuk: benar salah (obyektif) , pilihan ganda (multiple choise), isian (fill in test), mencari pasangan (matcing test), penyempurnaan/melengkapi (completion), mengatur/menyusun obyek (arrangement), deret angka (digit span), rancangan balok (blok design), asosiasi (association)
h. Nama penciptanya: - Binet Simon, Rorschach, kraeplin, weschler, dsb.
i. Aspek yang diukur: - tes inteligensi umum (general intelligence test),
- tes bakat khusus : specific ability test)
- tes kepribadian (personality test)
- tes prestasi (Scholastic test; achievement test)

Beberapa tes yang dapat digunakan untuk memahami anak luar biasa:

1. Tes Inteligensi / kecerdasan
WISC - R : Wechsler Intelligence Scale for Children - Revised) ... ada vocabulary + mazes,
WAIS – R : Wechsler Adult Intelligence Scale – Revised)
WPPSI : Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence
IST : Intelligence Structure Test
CPM : Colour Progresive Matrices .......free culture
APM : Adult sda
SPM : Standart sda
PMC : Progressive Matrices for Children

2. Tes bakat ...... aptitude test: kesenian, musik, olahraga, mekanik
DAT : Differential Aptitude Test, TMC

3. Tes kepribadian :
Tes Wartegg, Rorschah, Draw man, Baum, HTP, Bender Gestalt test, AUM (Alat Ungkap Masalah), EPPS (Edward Personality Prefernec Schedules)
4. Tes prestasi belajar:
Bisa dengan tes buatan guru, tapi sebaiknya diuji caoba dulu untuk diketahui
validitas dan reliabilitasnya.

5. Tes kematangan sosial :
VSMT : Vineland Sosial Maturity test – untuk mengetahui kematangan sosial /social behavior anak dalam hubbungannya dengan lingkungan, hasilnya SQ (social qouitent), mencakup: General self help, self help dresing, self help eating, locomotion, occupation , communication, dan self direction.

6. Tes Tes tanggapan
Untuk menentukan apakah anak termasuk tipe visual, auditif atau motorik.

7. Tes fantasi
Mengukur imajinasi
a. Test Binet : sajikan gambar tidak lengkap, cari kesalahan atau kekurangannya.
b. Test Masselon: membuat kalimat sebanyak-banyaknya, dengan tiga kata kunci
c. Test Hindustani: mencocokkan kata yang sama artinya, aslinya bhs Hindustan dan belanda.
d. Tes kemudtahilan: kalimat-kalimat mustahil disajikan, lihat reaksinya.




8. Tes perhatian
a. Tes Burdon: kata, gambar, atau angka yang ditentukan oleh tester disuruh dicari anak, beri tanda: nilai berdasar waktu, banyak salah, jumlah yang dikerjakan.
b. Test Grunbaum: cari angka-angka yang besar, tetapi yang diucapkan pasangannya.

9. tes artikulasi
kemampuan mengucapkan bunyi kata. Tiga kesalahan utama: subtitusi (penggantian), distorsi (dikacaukan), dan omisi (tak mampu membunyikan huruf atau menghilangkan huruf.

10. tes buta warna
a. Tes holmgren : mengumpulkan benang warna warni.
b. Tes stilling dan lahihara : buku warna ada huruf/angkanya.

11. tes ketajaman penglihatan
a. Tes lantang pandang
b. Snellen chart
12. tes pendengaran
a. uang logam
b. bisikan, pada jarak 20 feet/6 meter bisikin
c. tes detik jam
d. tes garpu tala
e. audiometer
----------------------------------------
13. Tes kreativitas
14. Tes kematangan emosi , kecerdasan emosi, dsb.


2. NON TES
1. Observasi : partisipatif, non partisipatif, atau kuasi partisipatif (pura-pura partisipasi padahal tujuannya observasi). Alat yang diperlukan: (a) catatan anekdot, (b) catatan berkala (setiap pagi, setiap senin, setiap mau masuk kelas, dsb), (c) daftar cek: (d) rating scale/skala penilaian : dengan angka/uraian – tinggal melingkan, atau dalam bentuk table: sering, kadang-kadang, selalu. (e) alat Bantu mekanik: CCTV, Video.
2. Kuesioner (angket) : daftar pertanyaan atau pernyataan, harus dijawab oleh responden secara tertulis. Bisa terbuka, tertutup, atau gabungan.
3. Wwancara : terstruktur dan non terstruktur.
4. Sosiometri ; klik, star, dsb.
5. Riwayat hidup: suruh mengarang


Studi kasus
Cara memahami indoividu secara komprehensif dan integrative, melalui penelitian yang mendalam terhadap kasus dan dalam jangka waktu lama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar